Sering kali dalam kehidupan kita, ada rasa ketidakpuasan akan yang kita alami. Kekecewaan akhirnya menjadi bagian dari kehidupan kita sehari - hari. Tidak sering kekecewaan membawa kita masuk dalam situasi mengasihani diri sendiri bahkan menyalakan Tuhan karena kondisi yang ada.
Tapi pernahkah kita berpikir tentang apa yang telah kita alami sebelumnya ? bagaimana penyertaan Tuhan begitu luar biasa dalam hidup kita ? sehingga sampai saat ini kita mampu melakukan aktifitas kita dan diberkati dalam bidang hal yang lain.
Hal yang paling berharga dalam hidup ini adalah kita diberi kesempatan untuk melakukan kepercayaan yang Tuhan berikan dalam diri kita, baik dalam pekerjaan, pendidikan, keluarga, dan tugas gereja. Kesempatan kita untuk melakukan tindakan memaksimalkan diri kita sesuai panggilan Tuhan dalam hidup ini.
Kekecewaan tidak membuat hidup kita lebih baik dari sebelumnya, atau membuat pekerjaan kita lebih berhasil dari sebelumnya. Kekecewaan hanya membuat diri kita berjalan ditempat bahkan mempunyai kecenderungan untuk berjalan mundur.
Allah memberikan jalan keluar untuk kita menghadapi kekecewaan :
1. Mengucap Syukur .
I Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
2. Tidak menolak Tuhan
Matius 11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.
3. Maksimalkan diri kita
Roma 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Allah ingin diri kita berhasil dengan apa yang kita lakukan. Ia perbuat itu semua untuk Nama-Nya dipermuliakan dalam Yesus Kristus. Beberapa waktu lalu, dalam doa Allah mengingatkan kembali betapa penyertaan-Nya dalam hidup saya, di saat tidak ada yang menolong, saat sendiri, saat ditinggalkan, Diri-Nya SAHABAT YANG TERBAIK, ada selalu dalam hidup ini.
YESUS SAHABAT YANG TAK PERNAH MENINGGALKAN MU
Ps. Steven Imanuel Bawole
Masa Depan
TIAP LANGKAH KITA MENENTUKAN, KEPUTUSAN KITA MEMBERI ARTI...
Rabu, 12 Mei 2010
Sabtu, 10 April 2010
BERTEPUK SEBELAH TANGAN
Sering kali kita tidak menyadari ada sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan, bahkan sampai meneteskan air mata. Tapi kenangan itu akan membuat pengalaman yang tidak terlupakan untuk dibagikan kepada orang lain yang mengalaminya. Begitu banyak mereka yang mempunyai mimpi tapi sepertinya tidak terjawab dan akhirnya hidup dalam imajinasi. Tapi kita harus hidup dalam realita.
Kebutuhan seseorang sering sekali membuat ia tidak sadar dengan apa yang dilakukan, oleh sebab itu penguasaan diri harus menjadi pegangan yang tidak terlepas. Melihat realita dan menghadapinya membuat kita belajar bersyukur, tentang apa yang kita alami. Orang muda atau yang berjiwa muda, sering hidup dalam imajinasi, bukan realita. Tapi itu tidak berarti ia tidak boleh berimajinasi. Demikian juga dengan cinta... hmmm yang satu ini, pasti sering atau sudah dapat dimengerti. Ketika pribadi yang kita inginkan ternyata, menjadi hal yang tidak mungkin bahkan menambah sakit di hati. Realita yang terkadang tidak bisa diterima, oleh hati.
1 Kor 13:4 - 8a Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.Kasih tidak berkesudahan;
Tapi Firman Tuhan memberikan penjelasan tentan kemurnian hati kita.. bagaimana kasih yang dari padaNya bukan cuma sekedar, yang enak dilihat mata atau yang enak didengar telinga. Tapi mengajarkan bagaiman hidup dalam realita, mengikuti proses yang ada. Ketika kita mengikuti prinsip diatas, sesuatu pasti terjadi dalam diri kita. Terjadi proses kedewasaan, proses tanggung jawab, proses mengasihi.
Ketika kita BERTEPUK SEBELAH TANGAN, pikirkan pesan rasul Paulus di atas. Kasih itu tak terbatas hanya apa yang kita lihat, dengar, rasa, tapi ia memberikan kemampuan untuk hidup dalam rencana Allah, nyaman dalam tanganNya.
Kebutuhan seseorang sering sekali membuat ia tidak sadar dengan apa yang dilakukan, oleh sebab itu penguasaan diri harus menjadi pegangan yang tidak terlepas. Melihat realita dan menghadapinya membuat kita belajar bersyukur, tentang apa yang kita alami. Orang muda atau yang berjiwa muda, sering hidup dalam imajinasi, bukan realita. Tapi itu tidak berarti ia tidak boleh berimajinasi. Demikian juga dengan cinta... hmmm yang satu ini, pasti sering atau sudah dapat dimengerti. Ketika pribadi yang kita inginkan ternyata, menjadi hal yang tidak mungkin bahkan menambah sakit di hati. Realita yang terkadang tidak bisa diterima, oleh hati.
1 Kor 13:4 - 8a Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.Kasih tidak berkesudahan;
Tapi Firman Tuhan memberikan penjelasan tentan kemurnian hati kita.. bagaimana kasih yang dari padaNya bukan cuma sekedar, yang enak dilihat mata atau yang enak didengar telinga. Tapi mengajarkan bagaiman hidup dalam realita, mengikuti proses yang ada. Ketika kita mengikuti prinsip diatas, sesuatu pasti terjadi dalam diri kita. Terjadi proses kedewasaan, proses tanggung jawab, proses mengasihi.
Ketika kita BERTEPUK SEBELAH TANGAN, pikirkan pesan rasul Paulus di atas. Kasih itu tak terbatas hanya apa yang kita lihat, dengar, rasa, tapi ia memberikan kemampuan untuk hidup dalam rencana Allah, nyaman dalam tanganNya.
Langganan:
Postingan (Atom)

